RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Sekitar 50 orang dari Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa untuk Demokrasi (EN-LMND) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendik Dasmen RI), Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat siang (2/5).
Aksi yang dipimpin oleh Julfikar Hasan tersebut dimulai pukul 13.03 WIB, ditandai dengan orasi-orasi dari peserta aksi yang menyuarakan sejumlah tuntutan terkait isu pendidikan, kesejahteraan rakyat, dan perlawanan terhadap kebijakan neoliberal.
Dalam aksi ini, para demonstran menyuarakan penolakan terhadap liberalisasi dan komersialisasi pendidikan tinggi. Mereka menyerukan pentingnya mewujudkan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis. Selain itu, massa aksi juga menuntut pencabutan sejumlah undang-undang yang dinilai merugikan rakyat, termasuk UU Minerba dan UU TNI.
Tuntutan utama yang disampaikan antara lain:
Wujudkan pasal 33 UUD 1945 secara nyata
Naikkan upah minimum
Wujudkan keadilan di sektor pendidikan dan kesehatan
Hentikan represifitas aparat TNI dan Polri terhadap masyarakat
Cabut UU Minerba dan UU TNI, serta tolak RUU Polri
Sahkan UU Perampasan Aset
Tolak perampasan ruang hidup rakyat
Dukung keberadaan Sekolah Rakyat
Turunkan tarif resiprokel 15%
Peserta aksi membawa berbagai atribut seperti spanduk, poster, bendera organisasi, serta menggunakan satu unit mobil sound system dan satu minibus sebagai kendaraan logistik.
Beberapa spanduk bertuliskan: “Bangun Persatuan Nasional, Ganyang Imperialisme AS,” serta “Lawan Liberalisasi dan Komersialisasi Pendidikan Tinggi.” Mereka juga menyoroti ketimpangan sosial yang terjadi dan menyerukan implementasi nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945 secara konsisten.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung secara damai dengan pengawalan dari aparat keamanan. Tidak ada laporan mengenai kericuhan atau tindakan anarkis selama jalannya aksi.













