Tim Religi Napak Tilas Kunjungi Makam Sunan Bungkul di Surabaya: Jejak Sejarah dan Pelestarian Budaya

Avatar photo

RADARTERKINI.ID | SURABAYA – Tim Religi Napak Tilas Sirnah Gali kembali menapaki jejak sejarah Islam di Tanah Jawa. Pada hari ini, Selasa (29/4/2025), mereka melaksanakan ziarah dan refleksi sejarah di makam Sunan Bungkul yang terletak di kawasan Taman Bungkul, Jalan Darmo, Kota Surabaya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian napak tilas yang rutin dilakukan oleh tim Sirnah Gali, sebagai upaya menggali nilai-nilai kearifan lokal dan sejarah Islam yang tumbuh di bumi Nusantara. Sejumlah arek-arek Surabaya dari kawasan Jalan Simorejo Timur turut ambil bagian, memperkuat semangat kebersamaan dan cinta terhadap warisan budaya.

Makam Sunan Bungkul, atau yang juga dikenal dengan nama Ki Ageng Supo atau Empu Supo, merupakan situs penting dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa. Beliau adalah seorang bangsawan besar pada masa Kerajaan Majapahit yang lebih dahulu memeluk agama Islam. Sunan Bungkul juga dikenal dengan gelar Syekh Mahmududdin, dan memiliki peran penting dalam mendakwahkan Islam kepada kalangan istana, termasuk para putra raja dan petinggi kerajaan.

Baca Juga :  Ramadhan Penuh Berkah, Pemdes Seuneubok Lapang salurkan BLT-DD kepada 20 KPM

Salah satu kisah legendaris yang melekat kuat dalam ingatan masyarakat adalah mengenai sayembara buah delima. Konon, Sunan Bungkul sengaja menghanyutkan buah delima di hilir sungai sebagai ujian. Ia menyatakan, siapa pun yang menemukan buah tersebut, jika laki-laki akan dijadikan menantu, dan jika perempuan akan dijadikan saudari bagi putrinya, Dewi Wardah.

Buah delima itu akhirnya ditemukan oleh Raden Paku, yang kemudian dikenal sebagai Sunan Giri. Saat hendak berwudu di sungai, beliau secara tidak sengaja menemukan buah tersebut dan kemudian membawanya kepada Sunan Ampel. Menyadari makna dan aura yang terkandung dalam buah tersebut, Sunan Ampel pun tersenyum dan menjelaskan perihal sayembara yang diadakan oleh Sunan Bungkul.

Baca Juga :  Pererat Tali Silaturahmi, Satpol PP Kecamatan Kelapa Gading Adakan Halal Bihalal

Akhirnya, pada hari yang sama, Sunan Giri dinikahkan dengan Dewi Wardah. Menariknya, hari itu juga sebenarnya Sunan Giri telah dijadwalkan untuk menikah dengan putri Sunan Ampel, Dewi Murtasiah. Maka dalam satu hari, beliau menjalani dua akad nikah sekaligus—suatu peristiwa yang tercatat dalam sejarah Wali Songo.

Kegiatan hari ini berlangsung khidmat dan penuh semangat. Para peserta melakukan doa bersama, mendengarkan kisah sejarah, dan melakukan dokumentasi sebagai bagian dari upaya edukasi sejarah kepada masyarakat luas.

Baca Juga :  Parkir Liar Cemari Kemeriahan Lebaran Betawi di Monas, Pengunjung Keluhkan Tarif Tinggi

Melalui kegiatan ini, Tim Religi Napak Tilas Sirnah Gali berharap semangat pelestarian sejarah dan nilai-nilai budaya Islam bisa terus tertanam kuat di kalangan generasi muda.

 

 

Penulis: TimEditor: Tama