Berita  

Kondisi Infrastruktur Jalan Provinsi Lampung jadi Sorotan Mukhlis Basri

Kondisi Infrastruktur Jalan Provinsi Lampung jadi Sorotan Mukhlis Basri

Avatar photo
Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri Soroti Infrastruktur Jalan di Provinsi Lampung (Baim).
Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri Soroti Infrastruktur Jalan di Provinsi Lampung (Baim).

RADARTERKINI.ID | JAKARTA  – Adanya kondisi infrastuktur jalan di Provinsi Lampung mendapat sorotan dari anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri. Menurutnya keadaan tersebut masih membutuhkan perhatian  yang lebih serius.

Dirinya mengatakan kondisi yang paling memprihatinkan terutama di Lampung Barat. Serta di Kabupaten dan Kota diseluruh Provinsi Lampung. Seperti di Kabupaten Mesuji, Pesawaran, Pringsewu dan lainnya lagi.

“Kondisi jalan yang rusak parah ini menjadi hambatan besar dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan,” kata Mukhlis.
Menurutnya hanya APBN yang mempunyai kewenangan dalam penanganan tentang kondisi jalan nasional. Terlebih dengan defisit sementara APBD Lampung mencapai 1,8 Triliun Rupiah sehingga tantangan pun semakin besar.

Baca Juga :  Kempes Ban Mobil Wisatawan di Taman Silang Monas, Begini Pernyataan Dishub

Ia juga memaparkan persoalan antara jalan Liwa hingga perbatasan Sumatera Selatan yang msih membutuhkan perbaikan.

Ada pula, menurutnya, jalan dari Way Heni ke Way Haru di Kabupaten Pesisir Barat yang memiliki potensi besar, dengan adanya Perjanjian Kerjasama antara Pemda Lampung Barat dan pihak BBTNBBS pada 2012, yang memberikan izin jalan inspeksi untuk mendukung konservasi hutan.

Baca Juga :  Jelang Arus Balik, Terminal Kalideres Perketat Keamanan di Area Terminal

Di sisi lain, Penasehat Apindo Lampung, Andi Desfiandi memberikan pandangannya terkait kebijakan ekonomi yang harus diperbaiki. Menurutnya perbaikan tersebut sebagai upaya mewujudkan pertumbuhan Indonesia yang lebih baik.

Ia mengidentifikasi tiga faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi, yakni konsumsi, belanja modal pemerintah, dan investasi.

Namun, menurutnya, kebijakan efisiensi yang diterapkan malah berdampak negatif pada daya beli masyarakat, terutama di tengah gejolak pasar modal yang memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  Harti Sugiarti Muntako Gelar Marhaban Ya Ramadhan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Penulis : Baim