RADARTERKINI.ID | BANDAR LAMPUNG — Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat. Erupsi yang berlangsung sejak Jumat malam (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) dilaporkan terjadi secara menerus, disertai lava fountain, dentuman keras yang terdengar hingga kawasan pesisir, serta sebaran abu vulkanik halus yang mulai mengarah ke sejumlah permukiman warga.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Presiden Gerakan Anti Nganggur Nusantara (GANTARA), Sandi Febri Wijaya, yang mengimbau masyarakat Lampung meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang berada di kawasan pesisir dan wilayah yang berpotensi dilintasi abu vulkanik.
Sandi meminta masyarakat disiplin menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Menurutnya, abu vulkanik dapat mengandung partikel silika yang berisiko mengganggu saluran pernapasan serta menyebabkan iritasi pada mata.
“Abu vulkanik mengandung partikel silika yang tajam dan berisiko tinggi memicu Gangguan Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta iritasi mata. Kami mengimbau seluruh warga Lampung, khususnya di daerah pesisir dan jalur lintasan debu, untuk wajib menggunakan masker medis atau N95 saat beraktivitas di ruang terbuka,” tegas Sandi Febri Wijaya.
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Sandi juga menginstruksikan jaringan relawan pemuda GANTARA di Lampung untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Relawan GANTARA diarahkan membantu pendistribusian masker sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah yang terdampak paparan abu vulkanik.
Sandi meminta masyarakat tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi dari otoritas terkait.
DPP GANTARA menyampaikan tiga langkah utama yang perlu dilakukan masyarakat selama peningkatan aktivitas vulkanik berlangsung.
Pertama, masyarakat diminta disiplin menggunakan alat pelindung diri berupa masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi paparan abu vulkanik secara langsung.
Kedua, warga diminta melindungi lingkungan domestik dengan menutup rapat tempat penampungan air bersih serta makanan guna mencegah kontaminasi material vulkanik.
Ketiga, masyarakat diminta mematuhi zona aman dan tidak mendekati kawasan berbahaya. GANTARA mengingatkan warga untuk mengikuti setiap arahan resmi PVMBG dan BPBD, termasuk ketentuan mengenai radius bahaya dari kawah aktif.
Di tengah peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut, jaringan relawan pemuda GANTARA di Lampung juga terus dikonsolidasikan untuk membantu pemerintah dan pihak berwenang dalam penanganan dampak erupsi, khususnya pendistribusian masker serta edukasi tanggap bencana di sejumlah titik terdampak.
GANTARA menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Karena itu, warga diminta tetap tenang, menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar rumah, serta menjadikan informasi resmi pemerintah sebagai rujukan utama dalam menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.













