Sopir Truk Dibacok dan Dirampok di Suramadu, Polisi Imbau Pengendara Waspada

Nasib nahas menimpa Gufron, seorang sopir truk ekspedisi yang menjadi korban perampokan saat melintas di jalan akses Jembatan Suramadu, Kabupaten Bangkalan, Madura.

RADARTERKINI.ID | BANGKALAN – Nasib nahas menimpa Gufron, seorang sopir truk ekspedisi yang menjadi korban perampokan saat melintas di jalan akses Jembatan Suramadu, Kabupaten Bangkalan, Madura. Korban mengalami luka bacok di bagian lengan dan kepala setelah berusaha mempertahankan barang-barang berharganya dari pelaku.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Gufron sedang melintas di jalur akses Suramadu. Dengan kondisi tubuh berlumuran darah akibat luka yang dideritanya, korban segera mendapat pertolongan dari warga yang kebetulan melintas di lokasi. Warga kemudian menghubungi petugas medis dari puskesmas terdekat untuk memberikan penanganan terhadap luka-luka korban.

Baca Juga :  GPN Jakut Bersihkan Gereja, Wujud Toleransi dan Kepedulian Sosial

Menurut keterangan Gufron, kejadian bermula saat dirinya berhenti di lampu merah. Saat itu, ia memberi tumpangan kepada seorang pria yang mengaku hendak menuju ke arah yang sama. Namun ketika truk melintasi jalan yang sepi dan minim penerangan, pria tersebut tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan mengancam korban.

Gufron yang terkejut berusaha melakukan perlawanan sehingga terjadi perkelahian di dalam kabin truk. Akibatnya, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian lengan dan kepala. Pelaku kemudian berhasil membawa kabur dompet serta telepon genggam milik korban sebelum melarikan diri.

Baca Juga :  Komisi I DPR Setujui RI Terima Hibah 1,9 M Yen, Setara 4 Kapal Patroli

Menindaklanjuti informasi tersebut, Polres Bangkalan langsung mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Meski demikian, juru bicara Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diterima, baik di pos jaga maupun di kantor kepolisian.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara yang melintas di jalur akses Jembatan Suramadu pada malam hari, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat masih terdapat sejumlah titik dengan kondisi pencahayaan yang minim. Kepolisian juga meminta masyarakat segera melapor apabila mengalami atau mengetahui kejadian serupa guna memudahkan proses penyelidikan dan penindakan terhadap pelaku.

Baca Juga :  Strategi Lawan Kejahatan Blockchain Antar Negara, Perwira Polri Raih NASTRAP Terbaik