Pemuda Surabaya Kritis Usai Bentrokan Pesilat, Keluarga Tak Mampu Biayai Operasi

Seorang pemuda berinisial Y (23), warga Kalijudan, Surabaya, mengalami kondisi kritis setelah menjadi korban salah sasaran dalam bentrokan yang diduga melibatkan kelompok pesilat pada Rabu (17/6/2026) dini hari.

RADARTERKINI.ID | SURABAYA – Seorang pemuda berinisial Y (23), warga Kalijudan, Surabaya, mengalami kondisi kritis setelah menjadi korban salah sasaran dalam bentrokan yang diduga melibatkan kelompok pesilat pada Rabu (17/6/2026) dini hari.

Korban saat ini menjalani perawatan intensif di RS Unair akibat luka berat yang dideritanya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Y mengalami luka serius setelah dipukul menggunakan paving blok hingga menyebabkan bagian kepalanya bocor. Selain itu, ia juga mengalami luka tusuk di bagian dada.

Baca Juga :  GPIB SELENGGARAKAN ACARA DONOR DARAH, AJAK MASYARAKAT BERKONTRIBUSI UNTUK SESAMA

Ayah korban, Wahyudi, mengungkapkan bahwa putranya tidak memiliki keterlibatan dengan organisasi atau kelompok mana pun. Menurutnya, Y hanya berada di lokasi saat bentrokan terjadi dan menjadi korban salah sasaran.

“Anak saya tidak tergabung dalam organisasi apa pun, hanya kebetulan berada di lokasi,” ujar Wahyudi.

Di tengah kondisi anaknya yang kritis, Wahyudi yang bekerja sebagai kuli bangunan mengaku kesulitan memenuhi biaya operasi yang dibutuhkan. Ia menyebut biaya tindakan medis yang harus disiapkan mencapai sekitar Rp20 juta.

Baca Juga :  BGN Tegaskan Insentif Rp 6 Juta Bisa Disetop Jika Dapur MBG Tak Sesuai SOP

Selain Y, sejumlah warga lainnya juga dilaporkan mengalami luka ringan akibat lemparan batu saat bentrokan berlangsung.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya menyatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Polisi juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap pelaku dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

“Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

Baca Juga :  Sambut Imlek, Tiga Pilar Cideng Gotong Royong Bersihkan Vihara