RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Sie Musik dan Film bersama komunitas menggelar rapat pematangan Konser Musik Spiritual “Mahabbah Allah Pakem 9” di Kantor PWI DKI Jakarta Sie Musik dan Film, Gedung PPHUI, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (13/05).
Rapat tersebut membahas kesiapan akhir penyelenggaraan konser spiritual yang disebut bukan sekadar hiburan musik, melainkan ajakan untuk melakukan pertobatan nasional dan doa bersama demi keselamatan bangsa.
Ketua PWI Jaya Sie Musik dan Film sekaligus Ketua Panitia, Irish Riswoyo mengatakan, persiapan acara kini telah mencapai 90 persen. Berbagai kebutuhan teknis seperti sound system, lighting system, audio visual, hingga personel pendukung acara disebut sudah siap.
“Persiapan sudah mencapai 90 persen. Sound system, lighting system, audio visual dan man power sudah siap. Bahkan band penampil sudah mulai latihan sejak Kamis kemarin, dan latihan kembali dilanjutkan Jumat serta Minggu nanti,” ujar Irish di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Sementara itu, tokoh spiritual sekaligus pencipta lagu konser, Syaiful Umar menegaskan bahwa Konser Mahabbah Allah Pakem 9 memiliki makna spiritual mendalam sebagai bentuk ruwatan dan pertobatan nasional.
Menurutnya, konser tersebut menjadi ajakan kepada para pemimpin dan seluruh elemen masyarakat untuk memohon ampunan kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.
“Kita tidak ingin ada bencana lebih besar di negeri ini. Karena itu kita harus memohon kepada Allah dan bertobat bersama-sama,” ungkapnya.
Budayawan Ngatawi Al-Zastrow yang turut hadir dalam rapat mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai budaya dan musik mampu menjadi media komunikasi yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat.
“Lewat musik, kita juga bisa menjadikannya media dialog dengan Allah SWT karena lirik-lirik lagunya berisi pesan pertobatan,” kata Kepala Makara Art Centre Universitas Indonesia itu.
Dalam kesempatan yang sama, ulama dan tokoh spiritual Habib Sechan yang dijadwalkan membacakan doa sakral dalam konser nanti menekankan pentingnya menjaga nilai kesakralan acara agar pesan spiritual dapat tersampaikan kepada masyarakat.
Selain rapat pematangan konser, panitia juga menggelar technical meeting bersama tim produksi dan perwakilan band pengisi acara.
Panitia menyebut Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra dipastikan hadir dalam konser tersebut. Sementara kehadiran Pramono Anung dan Tito Karnavian masih menunggu konfirmasi dari pihak panitia.













