RADARTERKINI.ID | JAKARTA — Ratusan warga dari Kecamatan Rumpin, Cigudeg, dan Parungpanjang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bogor, Jawa Barat, pada Senin (4/5/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penagihan janji terkait operasional tambang di wilayah Bogor bagian barat yang hingga kini belum terealisasi.
Aksi demonstrasi tersebut diikuti oleh masyarakat yang terdampak langsung dari penutupan aktivitas tambang. Mereka datang secara berkelompok menggunakan bus dan truk, lalu berkumpul di Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, sebelum bergerak menyuarakan aspirasi.
Koordinator aksi, Dani Murdani selaku Ketua Aliansi Masyarakat, menegaskan bahwa demonstrasi dilakukan secara tertib dan damai. Ia mengingatkan seluruh massa agar tetap satu komando dan tidak melakukan tindakan anarkis selama penyampaian pendapat berlangsung.
Dalam orasinya, Dani menyampaikan bahwa kondisi masyarakat saat ini dinilai sudah memasuki tahap krisis akibat terhentinya aktivitas tambang yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.
Adapun tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:
• Mendesak agar tambang legal segera dibuka kembali demi keberlangsungan ekonomi masyarakat;
• Meminta pemerintah segera merealisasikan jalur khusus tambang yang sebelumnya dijanjikan;
• Menagih komitmen kompensasi bagi warga terdampak yang pernah disampaikan oleh KDM (Kang Dedi Mulyadi), yang dinilai hingga kini belum terealisasi.
Warga menegaskan bahwa janji tersebut merupakan tanggung jawab pemimpin yang harus ditepati. Mereka berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian dan solusi konkret atas permasalahan yang terjadi di wilayah Bogor Barat.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan kondusif hingga tuntutan disampaikan.













