RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Kondisi tembok pagar di SDN 01, 03, dan 07 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara menjadi sorotan publik setelah diduga mengalami kemiringan yang membahayakan warga sekitar. Pagar tersebut merupakan bagian dari pembangunan sekolah terintegrasi yang baru saja rampung dan diserahterimakan.
Warga setempat mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kondisi fisik bangunan tersebut. Pasalnya, proyek pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp78,7 miliar itu dinilai tidak sesuai harapan, karena pagar terlihat miring di beberapa bagian.
Forum Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pendidikan (Formapp) melalui Jimmy Pasaribu menyebutkan bahwa kemiringan terjadi di dua sisi, yakni bagian samping dan belakang sekolah. Ia menilai proyek yang dibiayai uang negara itu diduga dikerjakan secara asal jadi.
Diketahui, proyek pembangunan dimulai sejak 14 Agustus 2024 dan baru selesai pada 2026. Namun, hasil di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas pengerjaan.
Ketua Perkumpulan Pemantau Keuangan Negara (PKN), Patar Sihotang, S.H., M.H., menegaskan pihaknya akan mendesak Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk segera memerintahkan kontraktor pelaksana, yakni Kerja Sama Operasional (KSO) PT Citra Prasasti dan PT Cakra Wibowo, agar bertanggung jawab dan membangun ulang pagar yang bermasalah.
Selain itu, ia juga meminta Inspektorat DKI Jakarta dan aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan pengurangan volume pekerjaan serta kemungkinan cacat teknis dan prosedur dalam proyek tersebut. Ia turut menyoroti keterlambatan penyelesaian proyek yang dinilai tidak sesuai kontrak.
Menurutnya, integritas yang telah disepakati antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak kontraktor patut dipertanyakan, karena realisasi di lapangan dinilai jauh dari komitmen awal.
Meski telah dilakukan adendum kontrak serta dikenakan sanksi denda akibat keterlambatan, publik mempertanyakan apakah denda tersebut benar telah disetorkan ke kas daerah.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Sarana dan Prasarana (UP Sarpras) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Budiono, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap kondisi tersebut.













