Napak Tilas Gresik: Misteri Makam Mbah Jalaludin dan Jejak Mirip Candi Terungkap

Jejak sejarah yang nyaris terlupakan kembali disusuri dalam kegiatan Napak Tilas Sirnah Gali yang digelar pada Selasa, 21 April 2026.

RADARTERKINI.ID | GRESIK – Jejak sejarah yang nyaris terlupakan kembali disusuri dalam kegiatan Napak Tilas Sirnah Gali yang digelar pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini menjadi upaya mengungkap kembali kisah masa lalu yang masih tersisa dalam bentuk jejak, cerita, dan peninggalan yang belum sepenuhnya teridentifikasi.

Rombongan peserta berangkat dari arah barat Kota Surabaya menuju Dusun Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Perjalanan ini membawa mereka dari hiruk-pikuk perkotaan menuju suasana pedesaan yang lebih tenang, lokasi yang diyakini menyimpan potensi sejarah yang belum banyak terungkap ke publik.

Setibanya di lokasi, rombongan mengunjungi makam Mbah Buyut Jalaludin yang selama ini dihormati dan dikeramatkan oleh warga setempat. Meski menjadi bagian penting dari tradisi lokal, asal-usul dan perjalanan hidup tokoh tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti. Hal ini menjadikan sosok Mbah Buyut Jalaludin sebagai misteri sejarah yang masih menunggu untuk diungkap.

Baca Juga :  Berbagi Bahagia di Braga, BRI Region 9 Tegaskan Komitmen Sosial di Usia 130 Tahun

Kegiatan napak tilas ini dipimpin oleh Ketua Napak Tilas Sirnah Gali, Djatmiko Didik, bersama sejumlah tokoh, di antaranya tokoh agama Abah Munir serta penggerak Dzikrul Ghofilin, Gus Dimas dan Gus Nyunus. Kehadiran para tokoh ini memperkuat nilai spiritual sekaligus historis dalam perjalanan tersebut.

Tak jauh dari makam, rombongan juga menelusuri kawasan Telaga Pengalangan. Di lokasi ini ditemukan sejumlah bebatuan yang tersebar dengan bentuk tidak biasa. Beberapa di antaranya menyerupai struktur bangunan seperti umpak serta bata yang identik dengan material penyusun candi.

Baca Juga :  TNI Akui soal Anggota BAIS Saat Demo di Jakarta: Tugasnya Memantau

Menariknya, bentuk dan susunan batu tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan struktur candi di wilayah Mojokerto, khususnya yang menyerupai Candi Brahu. Temuan ini memunculkan dugaan adanya keterkaitan dengan peninggalan sejarah masa lampau yang lebih besar.

Meski demikian, seluruh temuan tersebut masih bersifat awal dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan nilai historisnya. Para peserta berharap Pemerintah Kabupaten Gresik dapat turun tangan melakukan kajian ilmiah serta menjaga kelestarian lokasi tersebut.

Dukungan pemerintah dinilai penting agar potensi sejarah di kawasan ini tidak hilang, bahkan dapat ditetapkan sebagai cagar budaya yang dilindungi. Hal ini juga diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat tentang kekayaan sejarah yang tersembunyi di daerahnya.

Baca Juga :  CFD Depok Sepi Saat Ramadan, Warga: Jadi Lebih Leluasa Olahraga

Kegiatan Napak Tilas Sirnah Gali menjadi pengingat bahwa sejarah tidak selalu tertulis dengan jelas, namun tetap hidup melalui jejak yang tersisa. Upaya penelusuran seperti ini diharapkan dapat menjaga warisan masa lalu agar tetap dikenal dan dipelajari oleh generasi mendatang.