Fogging Tak Kunjung Datang, Warga Pulogebang Bergerak Usai Anak 7 Tahun Terkena DBD

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menimpa seorang anak berusia tujuh tahun, Mutiara Melani Putri, memicu kepanikan warga Kampung Sawah Indah Blok E RT 01/005, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menimpa seorang anak berusia tujuh tahun, Mutiara Melani Putri, memicu kepanikan warga Kampung Sawah Indah Blok E RT 01/005, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Anak tersebut saat ini menjalani perawatan intensif di RS Resti sejak Minggu (12/04/2026).

Munculnya kasus tersebut membuat warga khawatir akan potensi penyebaran DBD di lingkungan mereka. Kekhawatiran semakin meningkat lantaran tindakan pencegahan berupa fogging dari pihak terkait dinilai belum dilakukan secara cepat.

Warga mengaku telah melaporkan kejadian ini agar segera mendapat penanganan. Namun hingga kondisi dinilai semakin rawan, belum ada langkah konkret berupa penyemprotan nyamuk dari pihak berwenang.

Baca Juga :  Moestopo Mendunia, Dosen HI Jadi Pembicara di Forum Internasional Argentina–ASEAN

Situasi tersebut mendorong warga untuk tidak tinggal diam. Demi melindungi lingkungan, mereka berinisiatif melakukan fogging secara mandiri melalui swadaya masyarakat. Mulai dari penggalangan dana hingga pelaksanaan penyemprotan dilakukan bersama-sama di titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Langkah ini mencerminkan tingginya kepedulian warga terhadap kesehatan lingkungan, sekaligus menjadi sindiran atas lambannya respons penanganan. Warga berharap ke depan pemerintah dapat bertindak lebih cepat dan sigap saat menerima laporan kasus DBD.

Menurut warga, kondisi lingkungan yang masih ditemukan genangan air serta cuaca yang tidak menentu turut memperbesar risiko berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Tanpa penanganan serius, dikhawatirkan jumlah kasus akan terus bertambah, terutama di kalangan anak-anak.

Baca Juga :  Wakapolri Pantau Arus Mudik Lebaran 2026, Lalin Jakarta-Luar Kota Lancar

Selain fogging mandiri, warga juga menggalakkan upaya pencegahan melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Warga berharap Mutiara Melani Putri segera pulih dan tidak ada tambahan korban. Mereka juga mendesak pemerintah untuk segera turun tangan, tidak hanya melalui fogging, tetapi juga pemeriksaan jentik, edukasi kesehatan, serta pengawasan lingkungan secara rutin.

“Jangan sampai harus ada korban berikutnya baru ada tindakan. Kami bergerak karena ini sudah darurat,” ujar salah satu warga.

Baca Juga :  LMK RW 04 Pademangan Barat Gerak Cepat Bantu Pengurasan Saluran Jalan Hidup Baru

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bahwa penanganan DBD memerlukan respons cepat dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah agar penyebaran penyakit dapat ditekan sejak dini.