RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Jajaran Polsek Pademangan, Jakarta Utara, menggelar simulasi penanganan aksi unjuk rasa yang berpotensi berujung kerusuhan pada Selasa (7/4/2026) siang. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi guna memastikan kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.
Simulasi berlangsung di Jalan GOR Pademangan, tepat di depan Mapolsek Pademangan, dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel kepolisian, LMK, FKDM, RT/RW, hingga organisasi masyarakat (Ormas). Dalam skenario yang diperagakan, massa melakukan aksi demonstrasi yang kemudian berkembang menjadi ricuh.
Kericuhan ditandai dengan aksi saling dorong antara massa dan petugas, pelemparan ke arah personel, hingga pembakaran sepeda motor di halaman depan Polsek Pademangan. Situasi tersebut menggambarkan potensi eskalasi yang bisa terjadi dalam aksi unjuk rasa.
Simulasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Pademangan AKP Daniel bersama Wakapolsek AKP Damun, serta jajaran seperti Kanit Intel Iptu Rasman, Kanit Provos Iptu Dany, dan Kanit Binmas Iptu Gusti. Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Simulasi ini menunjukkan bahwa kami tidak bekerja sendiri. Kami melibatkan LMK, FKDM, RT/RW, dan Ormas untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman apabila terjadi kerusuhan,” ujar Daniel.
Ia menjelaskan, dalam penanganan aksi unjuk rasa, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan persuasif melalui imbauan kepada massa. Namun, apabila situasi tidak dapat dikendalikan, aparat telah menyiapkan langkah lanjutan sesuai prosedur.
“Jika masih bisa dikendalikan, tentu akan kami kendalikan. Namun jika situasi menjadi chaos, kami sudah siap dengan tahapan pengamanan berikutnya,” tambahnya.
Dalam simulasi tersebut, personel juga dilengkapi dengan perlengkapan pengamanan seperti tameng, helm, serta alat pemadam api ringan untuk mengantisipasi potensi kebakaran.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Wulan dari FKDM bersama Aheng dari Pokdar Kamtibmas Kelurahan Pademangan Barat menilai simulasi ini sangat bermanfaat dan baru pertama kali dilakukan secara menyeluruh.
“Ini baru pertama kali ada simulasi antisipasi demo seperti ini, biasanya hanya sebatas apel saja,” ungkap Wulan.
Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat semakin siap dan sigap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya aksi unjuk rasa yang berujung ricuh, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Pademangan.













