RADARTERKINI.ID | LAMONGAN – Tim Napak Tilas Sirnah Gali melakukan perjalanan spiritual dan sejarah dengan mengunjungi makam Sunan Sendang Duwur di kawasan Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur, pada Minggu (8/3/2026).
Kegiatan ini diikuti sejumlah tokoh spiritual dan pecinta sejarah dari Surabaya, Gresik, dan Lamongan. Tujuan utama perjalanan tersebut adalah menelusuri jejak sejarah sekaligus menjaga kelestarian situs peninggalan Islam yang memiliki nilai spiritual tinggi.
Perjalanan Menuju Makam Wali
Tim tiba di kawasan makam sekitar pukul 01.30 dini hari setelah menempuh perjalanan melalui hutan jati dengan jalan yang sempit dan menanjak. Lokasi yang menjadi tujuan adalah makam Sunan Sendang Duwur, seorang wali yang dikenal memiliki karomah serta berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah pesisir Lamongan.
Sosok Sunan Sendang Duwur
Sunan Sendang Duwur memiliki nama asli Raden Noer Rohmat. Ia merupakan keturunan dari Syekh Abdul Qohar yang berasal dari Bagdad. Dalam perjalanan hidupnya, ia menikah dengan putri Sedayu bernama Dewi Sukarsih dan lahir sekitar tahun 1520 Masehi.
Setelah dewasa, Raden Noer Rohmat sempat tinggal di Sedayu Lawas, Brondong, kemudian berpindah ke Babat Alas sebelum akhirnya menetap di Sendang Duwur hingga akhir hayatnya. Ia juga dikenal sebagai murid dari Sunan Drajat yang berdakwah di kawasan Paciran.
Masjid Tiban Peninggalan Sejarah
Di kawasan tersebut juga terdapat masjid tua yang dikenal sebagai Masjid Tiban. Konon, masjid ini muncul dalam waktu semalam dan menjadi salah satu peninggalan bersejarah penting di daerah tersebut.
Masjid ini merupakan pemberian dari Ratu Kalinyamat dari Mantingan, Jepara, sebagai sarana ibadah dan pusat penyebaran Islam di wilayah yang saat itu belum memiliki tempat ibadah. Pemberian tersebut juga mendapat persetujuan dari Sunan Drajat dan izin dari Sunan Kalijaga.
Bangunan masjid yang diukir dari kayu jati ini memiliki penanda tahun 1483 Saka atau sekitar 1561 Masehi, yang menunjukkan nilai sejarahnya yang sangat tinggi.
Kisah Karomah yang Melegenda
Salah satu kisah karomah Sunan Sendang Duwur yang terkenal adalah peristiwa saat beliau bersama Sunan Drajat berada di dekat pohon siwalan. Saat itu Sunan Drajat menepuk pohon hingga buahnya jatuh, kemudian meminum air nira dari buah tersebut.
Namun menurut Sunan Sendang Duwur, tindakan itu bisa merugikan pohon. Ia kemudian menepuk batang pohon siwalan hingga pohon tersebut menunduk tepat di depan Sunan Drajat. Dengan demikian, buahnya dapat dipetik dengan mudah tanpa harus menjatuhkannya.
Kisah tersebut menjadi salah satu cerita karomah yang terus diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Doa untuk Kelestarian Situs Sejarah
Setelah melakukan rangkaian kegiatan napak tilas, tim Sirnah Gali melanjutkan kegiatan dengan berdoa, bertawasul, serta menggelar istigosah.
Doa dipanjatkan kepada Allah SWT agar situs bersejarah tersebut tetap terjaga kelestariannya, sehingga nilai sejarah dan spiritualnya dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.













