RADARTERKINI.ID | SURABAYA — Kota Surabaya dikenal sebagai kota yang tak pernah mati oleh zaman. Dari masa ke masa, Kota Pahlawan ini menyimpan sejuta cerita dan meninggalkan jejak sejarah yang terus hidup di tengah masyarakat.
Kini, tim Napak Tilas Sirnah Gali kembali menyusuri jantung Kota Surabaya dan mendapati sebuah makam yang kerap diziarahi tokoh-tokoh agama serta masyarakat umum. Makam tersebut diyakini sebagai makam seorang waliyullah, yakni Abah Thoyyib Kemayoran, sosok ulama yang dikenal penuh kesederhanaan dan keteladanan.
Penelusuran ini dilakukan pada hari Selasa (10/2/2026), saat tim Napak Tilas Sirnah Gali berada di kawasan tengah kota Surabaya. Mereka menemukan makam Abah Thoyyib yang berlokasi di Jalan Kemayoran, Gang Masjid Nomor 2, Kecamatan Krembangan, Surabaya, tepatnya berhadapan dengan Gedung DPRD Kota Surabaya dan berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya melalui gang kecil.
Menurut penuturan masyarakat sekitar, Abah Thoyyib semasa hidup dikenal sebagai sosok yang ahli tirakat, penyabar, pejuang Islam, gemar memberi dan bersedekah. Kesederhanaan dan keistiqamahannya dalam beribadah membuat beliau selalu dikenang hingga kini.
Tak hanya masyarakat umum, makam Abah Thoyyib juga diyakini sering diziarahi para tokoh agama. Bahkan, almarhum Gus Miek disebut-sebut kerap datang ke makam tersebut, dan hingga saat ini tempat singgah beliau masih terjaga dengan baik.
Sebagai bentuk penghormatan dan spiritualitas, tim Napak Tilas Sirnah Gali menggelar istigosah dan doa bersama di area makam, dengan tujuan memohon ridho dan keberkahan Allah SWT, serta menjaga warisan spiritual Islam yang ada di Kota Surabaya.
Kegiatan napak tilas ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk kota modern, Surabaya tetap menyimpan nilai-nilai luhur dan sejarah keislaman yang patut dijaga dan dikenang oleh generasi masa kini.













