RADARTERKINI.ID | JAKARTA — Penumpukan kulit kelapa tampak menggunung di RW 16 Sunter Agung, tepatnya di depan Gereja, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (3/1/2026). Limbah tersebut terlihat dibiarkan menumpuk dan menimbulkan bau menyengat karena tidak pernah diangkut oleh pemilik atau pedagang kelapa.
Kondisi tersebut membuat pemandangan sekitar menjadi tidak sedap dipandang. Selain mengganggu kenyamanan, aroma tak sedap juga tercium kuat oleh para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Di lokasi itu diketahui terdapat dua distributor kelapa yang beroperasi di sepanjang jalan, sehingga menyebabkan penumpukan kulit kelapa terus bertambah tanpa penanganan yang jelas.
Salah satu pengguna jalan sepeda motor berinisial AL, yang enggan disebutkan namanya, mengaku sangat menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, setiap hari ia melintasi jalan itu dan selalu terganggu dengan bau serta tumpukan kulit kelapa yang dibiarkan begitu saja.
“Setiap hari saya lewat sini, sangat disayangkan tumpukan kulit kelapa ini tidak diangkut dan baunya menyengat,” ujar AL.
AL berharap pemilik usaha kelapa dan instansi terkait segera menindaklanjuti keluhan para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang terdampak langsung.
Selain mengganggu pemandangan, tumpukan kulit kelapa tersebut juga dikhawatirkan menimbulkan jentik nyamuk akibat genangan air yang muncul di bawah limbah tersebut, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini dipublikasikan, pemilik kulit kelapa belum memberikan keterangan. Redaksi akan terus berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.













