GOR Kemayoran Roboh, Publik Pertanyakan Standar Kualitas Konstruksi Bangunan

Avatar photo

RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Robohnya bangunan Gelanggang Olahraga (GOR) yang berlokasi di Jalan Serdang, Kemayoran Jakarta Pusat pada Jumat (23/1) malam membuka kembali persoalan klasik proyek bangunan publik terkait kualitas konstruksi dan lemahnya pengawasan lapangan.

Diketahui, bangunan milik pemerintah daerah itu ambruk sekitar pukul 21.19 WIB bertepatan dengan hujan disertai angin kencang yang melanda beberapa wilayah Jakarta Pusat.

Dari informasi, Atap dan dinding gedung runtuh secara tiba-tiba, menimpa area parkir dan merusak 12 sepeda motor warga. Kerugian material ditaksir mencapai Rp500 juta.

Pihak BPBD DKI Jakarta menyebut cuaca ekstrem sebagai faktor dominan penyebab insiden. Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan hujan dan angin kencang terjadi saat bangunan roboh.

Baca Juga :  Meriah! Warga RW 01 Pademangan Barat Rayakan Malam Puncak HUT ke-80 RI

Namun penjelasan tersebut dinilai belum cukup meredam pertanyaan publik. Pasalnya, tidak ada gempa bumi maupun bencana besar lain yang seharusnya mampu meruntuhkan bangunan olahraga permanen.

Insiden ini justru memunculkan dugaan adanya kegagalan struktur, yang berkaitan dengan mutu material, metode pengerjaan, hingga pengawasan teknis selama proses pembangunan.

Kritik keras datang dari Ketua Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wali Kota Jakarta Pusat, Helmi AR. Ia menilai robohnya GOR Serdang mencerminkan proyek yang tidak mengedepankan standar keselamatan.

“Bangunan publik tidak boleh runtuh hanya karena hujan dan angin. Ini mengindikasikan pekerjaan yang tidak profesional. Kontraktor dan pengawas harus diperiksa secara menyeluruh,” ujar Helmi, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga :  Hoaks Minol Di Sosial Media, Pengusaha Johan Sugiarto Buka Suara

Pasca-kejadian, aparat kepolisian memasang garis polisi dan menutup akses jalan di sekitar lokasi untuk mencegah risiko runtuhan lanjutan. Petugas gabungan dari BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, PPSU, pengelola GOR, hingga unsur kelurahan dan Polsek Kemayoran dikerahkan untuk sterilisasi serta pembersihan puing.

Runtuhnya GOR Serdang menambah daftar bangunan publik yang gagal bertahan menghadapi cuaca ekstrem. Desakan pun menguat agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan audit menyeluruh, termasuk memeriksa kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan sistem pengawasan lapangan selama proyek berjalan.

Inspektorat daerah juga diminta turun tangan untuk mengusut dugaan pelanggaran, memberi sanksi tegas terhadap kontraktor bermasalah, serta membuka secara transparan perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan GOR Serdang.

Baca Juga :  Hindari Jam Pulang Kantor, Pembongkaran Tiang Monorel Dilakukan Malam Hari

“Publik kini menunggu sikap tegas pemerintah: apakah robohnya GOR Serdang akan diusut hingga tuntas, atau kembali menjadi catatan kelam yang berlalu tanpa pertanggungjawaban yang jelas,” tutupnya.

Penulis: BaimEditor: Tama