Bupati Garut Dorong UMKM Jadi Pemasok Utama Program Bergizi Gratis Lewat Hilirisasi Kedelai

RadarTerkini. Id|| Garut– Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan komitmennya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi pemasok utama dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Kick Off Pemberdayaan UMKM dan Kelompok Masyarakat Sebagai Supplier Program MBG di Pabrik PT Mandala 525 (MDL 525), Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (21/1/2026).

Menurut Bupati, program ini dirancang untuk menjawab persoalan mendasar yang kerap dihadapi UMKM, mulai dari ketersediaan bahan baku, standarisasi proses produksi, hingga jaminan keamanan pangan.

“Teman-teman UMKM dibantu menghadapi persoalan klasik, dari bahan baku, proses produksi, sampai keamanan pangan. Dengan begitu, produk yang dihasilkan bisa memenuhi standar dan aman dikonsumsi dalam jangka panjang,” ujar Abdusy Syakur.

Baca Juga :  RW Gen Z & Majelis AR ROSYAAD Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Pademangan

Ia menambahkan, Pemkab Garut akan mengirimkan surat rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar UMKM lokal mendapat prioritas sebagai penyuplai. “Kewenangan ada di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jika diberi kesempatan, maka kebermaknaan program ini akan benar-benar dirasakan,” katanya.

Garut Siap Jadi Basis Produksi Kedelai
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti pentingnya pengembangan budidaya kedelai di Garut. Ia menilai lahan di wilayahnya memiliki potensi besar untuk mendukung produksi kedelai nasional, mengingat Indonesia masih mengimpor sekitar 2,6 juta ton kedelai per tahun.

Baca Juga :  Bupati Pati Minta Maaf Bilang '50 Ribu Massa Silakan' Demo Tolak PBB Naik 250%

“Ini peluang besar, karena kedelai adalah produk vital yang banyak digunakan dalam makanan di Indonesia. Kita harus pikirkan bahan baku, proses, teknologi, dan tentu saja modal,” jelasnya.

Dukungan Industri Lokal
Pimpinan PT Mandala 525, Haris Kalicman, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung program tersebut. Sebagai produsen susu bubuk kedelai, MDL 525 disebut telah memiliki teknologi, kapasitas pabrik, serta sertifikasi lengkap dari BPOM.

“Untuk kualitas, kedelai lokal maupun impor sama-sama bagus. Peran kami adalah menjamin kualitas dengan teknologi yang kami miliki,” tegas Haris.

Dengan langkah ini, Garut diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemberdayaan UMKM, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan impor kedelai dan memperkuat ketahanan pangan nasional.