Kali Lamong Meluap, BPBD Gresik Turun Tangani Banjir

Avatar photo
Luapan Kali Lamong kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Banjir ini dipicu hujan deras yang mengguyur daerah Mojokerto dan Lamongan pada Sabtu (11/1/2026). Hingga hari ini, Senin (12/1/2026), genangan air masih merendam belasan desa di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng.

RADARTERKINI.ID | GRESIK – Luapan Kali Lamong kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Banjir ini dipicu hujan deras yang mengguyur daerah Mojokerto dan Lamongan pada Sabtu (11/1/2026). Hingga hari ini, Senin (12/1/2026), genangan air masih merendam belasan desa di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng.

Di Kecamatan Balongpanggang, desa yang terdampak meliputi Dapet, Wotansari, Sekarputih, Ngampel, Banjaragung, Karangsemanding, serta Jombangdelik. Sementara di Kecamatan Benjeng, banjir merendam Desa Lundo, Sedapurklagen, Delik Sumber, Kedungrukem, Munggugianti, Bulurejo, dan Sirnoboyo.

Baca Juga :  Gandeng Polres Bogor-Kodim 0621, Pemkab Akan Bangun 500 SPPG demi Sukseskan MBG

Banjir juga menggenangi jalan raya utama Benjeng–Balongpanggang, tepatnya di Dusun Ngablak, Desa Kedungrukem. Genangan air di jalur tersebut menghambat aktivitas dan arus lalu lintas warga.

Kiriman air luapan Kali Lamong hingga saat ini telah mencapai wilayah Morowudi. Beberapa kawasan yang ikut terdampak meliputi wilayah Ngepung, Tandegan, Dusun Ngebret, serta Morowudi. Air mulai naik sejak Minggu (11/1/2026) malam dan hingga kini masih bertahan dengan ketinggian rata-rata 30 hingga 40 sentimeter.

Baca Juga :  Polri Minta Seluruh Jajaran Lindungi Wartawan Saat Bertugas

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik diharapkan dan diminta untuk turun langsung ke lokasi banjir guna melakukan penanganan darurat. Selain pemantauan lapangan, BPBD juga didorong untuk menyiapkan langkah-langkah cepat, termasuk pendistribusian peralatan serta kemungkinan penyediaan pompa air di titik-titik rawan agar genangan dapat segera surut.

Sementara itu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat turut mengimbau agar seluruh unsur terkait bersinergi dalam penanganan banjir tahunan ini, guna meminimalkan dampak terhadap permukiman warga dan aktivitas masyarakat.

Penulis: Didik Djatmiko Editor: Tama