Napak Tilas Sirnah Gali Tutup Tahun, Mengungkap Misteri Makam Sembilan Mbah Sholeh di Ampel

Avatar photo
Di penghujung tahun, Tim Napak Tilas Sirnah Gali kembali menyusuri jejak sejarah yang tak pernah mati meski tergerus zaman dan waktu.

RADARTERKINI.ID | SURABAYA – Di penghujung tahun, Tim Napak Tilas Sirnah Gali kembali menyusuri jejak sejarah yang tak pernah mati meski tergerus zaman dan waktu.

Perjalanan spiritual dan historis ini berlangsung di kawasan Jalan Pengirikan hingga menuju Masjid Agung Sunan Ampel, Surabaya, pada Rabu (31/12/2025).

Bersama keluarga besar Radar Terkini, tim melangkah perlahan menyusuri lorong-lorong sempit yang sarat nilai sejarah. Perjalanan sempat terhenti di sebuah petunjuk arah yang terbagi tiga, salah satunya mengarah ke Makam Mbah Sholeh.

Dari titik inilah tim memutuskan menghentikan langkah dan berziarah ke makam keramat tersebut.

Makam Mbah Sholeh dikenal unik karena berjumlah sembilan, seluruhnya dengan nama yang sama. Keunikan ini menyimpan kisah panjang yang hingga kini tetap hidup dalam ingatan masyarakat dan para peziarah.

Baca Juga :  Kongres PWI 2025 Berakhir Lancar, Panitia Haturkan Terima Kasih

Dalam penelusuran sejarah, Mbah Sholeh diketahui merupakan santri Sunan Ampel atau Raden Rahmat. Beliau juga dikenal sebagai marbot, penjaga kebersihan Masjid Sunan Ampel. Pada masanya, kondisi masjid terawat dengan sangat baik, bahkan tanpa alas kaki pun lantainya tetap terasa bersih.

Namun setelah Mbah Sholeh wafat dan dimakamkan di sisi masjid, kondisi kebersihan masjid perlahan berubah. Debu dan kotoran mulai tampak masuk ke area masjid. Sunan Ampel pun teringat sosok Mbah Sholeh dan berujar, seandainya beliau masih hidup, masjid pasti tetap bersih terjaga.

Tak lama berselang, Mbah Sholeh disebut kembali terlihat membersihkan masjid seperti sediakala.

Baca Juga :  Napak Tilas Makam Pituh Trowulan, Jejak Sakral Era Majapahit

Namun sebulan kemudian, beliau wafat kembali. Peristiwa ini berulang hingga delapan kali, dan setiap wafatnya Mbah Sholeh dimakamkan berjejer di area yang sama. Hingga akhirnya, setelah Sunan Ampel wafat dan dimakamkan di lokasi tersebut, Mbah Sholeh untuk kesembilan kalinya tidak kembali hidup.

Hingga kini, makam sembilan Mbah Sholeh menjadi tujuan ziarah banyak umat. Para peziarah datang untuk berdoa, memohon keberkahan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam rangkaian napak tilas tersebut, Tim Sirnah Gali menggelar doa bersama, mendoakan para tokoh wali dan berkomitmen menjaga nilai-nilai sejarah yang masih terawat hingga kini. Dalam keheningan doa, tersirat pesan spiritual yang terus hidup:

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Tanjung Priok Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas Antisipasi Kepadatan Aktivitas Ekspor-Impor

“Jadilah dirimu orang sholeh. Datanglah ke Mbah Bolong, Mbah Sunhaji, dan mintalah rahmat Allah melalui ziarah ke Sunan Ampel.”

Napak tilas ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan warisan spiritual yang terus menyala di tengah kehidupan umat hingga hari ini.

Penulis: Didik Djatmiko Editor: Tama