RADARTERKINI.ID | MOJOKERTO – Tim Napak Tilas Sirnah Gali kembali menelusuri jejak peradaban Nusantara. Pada Senin (29/12/2025), tim tiba di salah satu situs paling bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit, yakni Kolam Segaran yang terletak di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Kolam Segaran dikenal sebagai kolam terluas di Indonesia, dengan ukuran mencapai 375 x 175 meter, kedalaman sekitar 2,88 meter, ketebalan dinding hingga 1,60 meter, serta mencakup area kurang lebih 65 hektare.
Keberadaan kolam ini menjadi saksi bisu kemegahan dan kejayaan Kerajaan Majapahit pada masanya.
Tim Napak Tilas Sirnah Gali menyusuri area Kolam Segaran untuk melihat langsung betapa megahnya bangunan tersebut di masa lampau. Kolam ini dahulu berfungsi sebagai tempat para raja Majapahit menjamu tamu-tamu kehormatan, sekaligus mempertontonkan kemewahan kerajaan kepada para undangan dari berbagai wilayah.
Dalam catatan sejarah, setelah perjamuan selesai, berbagai peralatan pesta seperti sendok, piring, bokor, dan perlengkapan jamuan yang terbuat dari emas sengaja dibuang ke dalam kolam. Hal ini dilakukan sebagai simbol betapa kaya, makmur, dan jayanya Kerajaan Majapahit pada waktu itu.
Secara etimologis, Kolam Segaran berasal dari kata Segara atau Sagara yang berarti lautan, sehingga dapat dimaknai sebagai kolam seluas lautan yang berada di bumi Mojokerto. Selain sebagai tempat perjamuan kerajaan, kolam ini juga berfungsi sebagai waduk penampungan air saat musim kemarau, serta mendukung kesuburan pertanian dan persawahan di sekitarnya.
Hingga kini, kemegahan Kolam Segaran masih dapat disaksikan. Struktur bangunannya tersusun dari bata merah berukuran besar, ditumpuk secara berundak dengan sistem perekat megosok antar bata tanpa semen. Konstruksi ini menjadikan bangunan tetap kokoh dan megah meski telah berusia ratusan tahun.
Kolam Segaran menjadi bukti nyata tingginya teknologi, tata kelola air, serta kemajuan peradaban Majapahit, sekaligus memperkuat kawasan petirtaan bersejarah Trowulan sebagai pusat peradaban besar Nusantara di masa lalu.













